Deskripsi
Judul Buku: MUSLIMAH AKTIVIS DI INDONESIA: Sejarah dan Wacana Gerakan
Penulis: Dr. Nuril Hidayati, S.Fil.I., M.Hum.
Penyunting: Ahmad Jauhari
Cetakan: I, November 2025
vi + 97 hlm; 15.5 x 23 cm
212-jivaloka-publishing
ISBN: (Cetak)
ISBN: (Digital)
Harga: Rp. 89.000,-
SINOPSIS
Buku tentang Muslimah aktivis di Indonesia beserta sejarah dan wacana gerakan. Di dalamnya akan mengulas temuan-temuan tentang Muslimah aktivis, definisi dan makna; sejarah aktivisme perempuan di Indonesia dimulai dari gerakan perempuan di era pra kemerdekaan hingga gerakan perempuan Islam di era orde baru; pengaruh hijab sebagai simbol keislaman terhadap perempuan; dan organisasi-organisasi Muslimah.
Karya ini menelusuri gagasan-gagasan fundamental yang melahirkan muslimah aktivis, mengajak pembaca memahami makna “muslimah aktivis” sebagai kombinasi peran keagamaan dan komitmen pada perubahan sosial. Hal ini menelusuri jejak langkah para pelurut awal gerakan perempuan Muslim secara kronologis, menyoroti tokoh-tokoh kunci yang menembus batas patriarki tradisional, serta menjelaskan bahwa aktivisme bagi muslimah bukan sekadar perjuangan politik melainkan proses pemberdayaan yang mengintegrasikan nilainilai spiritual dengan kebutuhan praktis sehari‑hari. Analisis tantangan struktural—dari stigma sosial hingga kebijakan yang membatasi—diikuti dengan strategi kreatif yang dikembangkan aktivis untuk mengatasinya.
Mengulas sejarah aktivisme perempuan Indonesia sejak era pra-kemerdekaan hingga masa Orde Baru. Pada masa kolonial, muslimah berjuang bersama gerakan nasionalis melawan penindasan Belanda sambil menegaskan identitas keislaman. Perjuangan berlanjut pada era Orde Lama dengan semangat emansipasi yang bersanding bersama pembentukan identitas kebangsaan inklusif, dan pada era Orde Baru muncul kontrol politik ketat serta upaya homogenisasi gerakan perempuan. Di balik represi, terbentuk jaringan solidaritas yang menjadi fondasi gerakan modern, termasuk organisasi‑organisasi berbasis keagamaan yang mempertahankan otonomi mereka.
Memperdalam analisis simbolik hijab sebagai identitas keislaman dan alat politik, menampilkan snapshot organisasi muslimah seperti Fatayat NU, JIL, Komnas Perempuan, dan Migrant CARE, serta mengkristalisasikan aktivisme muslimah sebagai gerakan pemberdayaan holistik. Penulis menguraikan konseptualisasi aktivisme, historiografi gerakan, serta strategi pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik. Tantangan, kritik, dan prospek masa depan dibahas secara kritis, menyoroti bagaimana muslimah Indonesia terus menavigasi identitas keagamaan, budaya lokal, dan tuntutan sosial dalam kerangka dinamis dan optimis, menjadikan mereka agen perubahan yang memperjuangkan hak-hak perempuan sekaligus memperkaya wacana keislaman di Indonesia.
========================================================================================
Dr. Nuril Hidayati, S.Fil. I., M.Hum. lahir di Kediri pada 31 Januari 1980, pendidikan dasarnya sampai dengan MTs diselesaikan di kota kelahiran. Jenjang Aliyah ditempuhnya di jurusan keagamaan /MAK MAN 3 Malang. Gelar Sarjana Filsafat Islam diperolehnya dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2003) yang menjadi bekal karir akademisnya di usia 23 tahun dengan menjadi dosen Filsafat di STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Kediri. Gelar magister di bidang Filsafat diraihnya lewat beasiswa dari UGM (2007), kemudian Doktor Islamic Studies diperjuangkannya dengan dibantu MORA 5000 Doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya (2024). Selama menjadi mahasiswa S1 ia aktif berdiskusi, menulis puisi dan berproses di teater ESKA. Ketika studi S2 waktunya dihabiskan untuk urusan kuliah dan mengasuh dua bayinya, bersukur bisa selesai tepat waktu selama 4 semester dan menjadi satu-satunya wisudawan S2 Filsafat UGM setelah gempa Yogyakarta. Saat menempuh pendidikan S3 ia banyak bertemu dengan para aktivis perempuan yang kemudian mengispirasinya untuk bergabung dengan WYDII (Women and Youth Development in Indonesia), melengkapi pergaulan sebelumnya di KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) yang sudah dijelajahinya saat menjadi ketua PSW (Pusat Studi Wanita) yang kemudian berubah menjadi PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) STAIN Kediri (2014-2018). Saat ini masih aktif mengajar dan menjadi Kaprodi Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syekh Wasil Kediri.







