3 DETIK, 2 LABIRIN: AKU DAN GEMMA

Rp 98.000

Kategori:

Deskripsi

Judul Buku: 3 DETIK, 2 LABIRIN: AKU DAN GEMMA

Penulis:Thomas Wendorise Rakam

Penyunting: Ahmad Jauhari

Cetakan: I, Agustus 2025

vi + 338  hlm; 15.5 x 23 cm

196-jivaloka-publishing

ISBN: (Cetak)
ISBN: (Digital)
Harga: Rp. 98.000,-

 

SINOPSIS

 

Tiga detik. Itu momen penentu hingga sebuah tabrakan mobil terjadi.

Tapi kami tidak mati. Kami terjebak —terperangkap di limbo yang menyimpang antara kesadaran dan kematian, di mana celoteh netizen menjadi latar suara dan dinding labirin terbuat dari penyesalan kami sendiri.

Aku dan Gemma bukan hantu. Kami arwah yang tersangkut di labirin waktu yang patah, dihantui oleh Vergile, sang penyair yang menawarkan pembebasan, dan Memphix, si penggoda yang berbisik tentang kekekalan dalam pelarian.

Dan Gemma… Gemma menyimpan rahasia tentang apa yang sebenarnya terjadi di tiga detik sebelum mobil kami hancur. Kami punya tiga detik untuk memutuskan: bertahan sebagai arwah yang terluka, atau melompat ke dalam kegelapan yang mungkin bukan kematian – tapi sesuatu yang jauh lebih buruk.

***

Horor bukanlah tentang hantu, tapi dari diri yang tak selesai.”— Thomas Lie. R

KUTIPAN NOVEL:

Setiap kali aku menyebut nama Gemma, tak yakin apakah dia nyata atau hanya bayangan dari buku Dante yang kubaca terlalu sering. Namun dengan menyentuh jejak luka ini, aku tahu telah mengenalnya.”

=====================================================================================

Profi Penulis

Thomas dilahirkan di Bandung. Pada masa kecilnya kesulitan memahami untuk apa anak-anak harus sekolah? Barangkali terlalu banyak berpikir waktu itu. Oleh karena kesulitan ini, baru kelas 3 SD berketerampilan membaca dan menulis dalam sebuah program naik kelas percobaan. Itupun baru bisa setelah diajarkan sembunyi-sembunyi oleh adik kelasnya di sebuah kandang ayam yang luas semi intensif. Setelah moment itu, tumbuhlah minat studinya. Latar belakang studi filsafatnya yang memperkenalkan Thomas pada persoalan-persoalan eksistensial manusia dan ekosistemnya. Sebagian besar kariernya berkutat di dunia Pendidikan dan Non-Governmental Organization (NGO). Thomas sempat merambah sampai jauh ke wilayah-wilayah sebagai titik-titik yang tak dijumpai dalam peta besar, namun penuh dengan tantangan dan harapan peradaban. Menulis adalah salah satu hobinya disamping traveling. Melalui novel, Thomas ingin berbagi pengalaman travellingnya ketika menyelami kedalaman jiwa manusia yang jarang terpetakan.