Deskripsi
Judul Buku: LINGUISTIK FORENSIK: KONTRIBUSI BAHASA TERHADAP PENEGAKAN HUKUM
Penulis: Jarot Wahyudi
Penyunting: Ahmad Jauhari
Cetakan: I, Oktober 2026
vi + 124 hlm; 15.5 x 23 cm
240-jivaloka-publishing
ISBN: (Cetak)
ISBN: (Digital)
Harga: Rp. ,-
SINOPSIS
Perkembangan masyarakat, teknologi komunikasi, dan sistem penegakan hukum menunjukkan bahwa bahasa semakin penting sebagai bagian dari proses pembuktian. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi memungkinkan menjadi sumber bukti dalam memahami identitas penutur atau penulis, makna dan maksud suatu tuturan, struktur interaksi dalam pemeriksaan, komunikasi digital, penerjemahan dalam proses hukum, serta berbagai persoalan kebahasaan lainnya. Buku ini hadir sebagai bidang interdisipliner yang mempertemukan ilmu bahasa dengan hukum dan proses peradilan.
Karya ini disusun dalam enam belas modul kuliah. Di bagian awal berisi perihal landasan pengertian, ruang lingkup, dan bahasa sebagai bukti hukum. Pembahasan berlanjut menuju fonetik forensik, analisis kepengarangan, semantik dan pragmatik forensik, analisis wacana, linguistik forensik digital, penerjemahan dan juru bahasa dalam proses hukum, saksi ahli, metodologi penelitian, bahasa dalam penyidikan, sengketa kekayaan intelektual, analisis multimodal, serta persoalan etika, bias, privasi, dan keadilan.
Pembaca diarahkan untuk mengintegrasikannya melalui praktikum analisis kasus, penyusunan laporan ahli, presentasi, oral defense, dan proyek akhir. Maka, kajian tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada kemampuan analisis kebahasaan secara sistematis, transparan, kritis, dan bertanggung jawab. Setiap modul dilengkapi dengan bacaan utama, pertanyaan pemahaman bacaan (reading comprehension), latihan analisis, pertanyaan berpikir kritis, studi kasus, tugas, refleksi, dan bahan evaluasi.
Bagi peminat kajian Bahasa dan Sastra Arab, buku ini memiliki ruang pengembangan yang luas. Fenomena bahasa Arab dalam konteks hukum dapat melibatkan variasi dialek, bahasa Arab baku dan nonbaku, transliterasi Arab-Latin, alih kode dan campur kode, ungkapan idiomatik, variasi register, serta komunikasi digital berbahasa Arab. Karena itu, perspektif kebahasaan yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Buku ini juga menekankan bahwa analisis linguistik forensik harus dibangun di atas prinsip kehati-hatian. Kemiripan bahasa tidak selalu berarti kesamaan penulis; suatu tuturan yang dapat dipahami sebagai ancaman tidak dengan sendirinya membuktikan niat subjektif penuturnya; dan satu ciri kebahasaan tidak semestinya digunakan secara berlebihan untuk menarik kesimpulan individual. Seorang analis harus mampu membedakan antara data, temuan, interpretasi, dan kesimpulan, serta menyatakan keterbatasan analisis secara terbuka.






