{"id":1212,"date":"2023-06-05T09:05:15","date_gmt":"2023-06-05T09:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jivaloka.com\/?post_type=product&#038;p=1212"},"modified":"2023-06-16T02:05:41","modified_gmt":"2023-06-16T02:05:41","slug":"ritual-wana-kertih-harmonisasi-religius-alam-semesta","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/www.jivaloka.com\/?product=ritual-wana-kertih-harmonisasi-religius-alam-semesta","title":{"rendered":"RITUAL WANA KERTIH: HARMONISASI RELIGIUS ALAM SEMESTA"},"content":{"rendered":"<p>Judul Buku: Ritual <em>Wana Kertih<\/em>: Harmonisasi Religius Alam Semesta<\/p>\n<p>Penulis: I Ketut Nuasa &amp; Ni Made Sukerni.<\/p>\n<p>Penyunting: I Nyoman Sueca<br \/>\nCetakan: 1, 2023<br \/>\nvi+ 150 hlm; 14 x 21.5 cm<br \/>\n113-jivaloka-publishing<br \/>\nISBN: 978-623-8084-54-8 (Cetak)<br \/>\nISBN: 978-623-8084-55-5 (Digital)<\/p>\n<p>Harga: Rp. 85.000,-<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sinopsis<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alam merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu ekosistem, yaitu lingkungan tempat berlangsungnya hubungan timbal-balik antara makhluk hidup dan faktor alam, antara makhluk hidup yang satu dan yang lain dan antara faktor alam yang satu dan yang lain. Lingkungan hidup sebagai media hubungan timbal-balik makhluk hidup dengan faktor alam terdiri dari bermacam-macam keadaan dan hubungan yang secara bersama mewujudkan struktur dasar ekosistem sebagai suatu kesatuan yang mantap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fungsi Upacara Wana Kretih, fungsi Pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa\u00a0Persembahan berupa hewan pada upacara mengandung makna pemberian kesempatan pada makluk tersebut untuk <em>beryadnya<\/em>\u00a0kepada Tuhan, untuk mendapatkan derajat yang lebih tinggi pada kelahiran yang akan datang, dan maknanya adalah <em>penyupatan<\/em>. Letak <em>upakara\/<\/em>\u00a0<em>banten<\/em>\u00a0secara garis besarnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu <em>rayungan\/ panggungan<\/em>\u00a0di <em>jaba<\/em>; <em>paselang; sanggar tawang.<\/em>\u00a0Makna upakara di sanggar tawang, yang lengkap dengan catur, widia, guna panca saraswati, sebagai pelambang perwujudan bagian kepala (hulu\/uttama angga).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Makna Upacara Wana Kertih, Makna dalam hubungan social Nilai keseimbangan dan keharmonisan secara horizontal dan vertikal terefleksi dalam konsep<em>\u00a0Tri Hita Karana<\/em>\u00a0yakni keseimbangan secara horizontal dengan alam (<em>palemahan<\/em>) dan sesama manusia (<em>pawongan<\/em>), serta keseimbangan secara vertikal dengan Tuhan atau <em>Ida Sanghyang Widhi Wasa <\/em>(<em>parhyangan<\/em>). Makna keharmonisan <em>Upacara Wana Kretih<\/em>\u00a0yaitu untuk mengembalikan keseimbangan magis <em>bhuana agung<\/em>.<\/p>\n<p><strong>======================================================================================================================<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>BIOGRAFI PENULIS<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000080;\"><strong><b>Drs. I Ketut Nuasa. M.Ag<\/b><\/strong>\u00a0lahir di Desa Lod Tindih Ubud, Gianyar pada 7 Januari 1961. Saat ini tinggal di Jl. KH Ahmad Dahlan, No. 17 Pagesangan Indah, Mataram, NTB. Sekolah Dasar ditamatkan di SDN 1 Mawang tahun 1973, Sekolah Menengah Pertama di SMA Taman Pendidikan 45 Denpasar tahun 1980, S1 tamat di IHDN Denpasar tahun 1988, S2 di IHDN Denpasar Jurusan Brahma Widya tahun 2006. Penulis bersama istri Dra. Ni Ketut Miasih, punya empat orang anak yang semuanya telah sukses, yakni: dr. Ni Luh Putu Anggreni, dr. Ni Kadek Putri Dwi Jayanti, Ni Komang Dhana Gitaiswari, S.Ked, dan Krisna Ananda Putra.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000080;\">Riwayat pekerjaannya yakni, tahun 1989-1991 diangkat menjadi pegawai di Dirjen Bimas Hindu dan Budha, Kemenag RI Jakarta. Pada tahun 1992 &#8211; 1993 pindah ke Mataram menjadi Guru PGA Hindu Negeri Mataram. Tahun 1999-2003 mutasi ke Jabatan Struktural menjadi Kasi Bimas Hindu Kemenag Kabupaten Lombok Barat. Tahun 2004-2013 mutasi menjadi Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2012 memperoleh tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun 2013-sekarang menjadi dosen Agama Hindu pada Jurusan Dharma Sastra STHAN Gde Pudja Mataram.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000080;\"><strong>Dra.<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Ni<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Made<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Sukerni,<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>M.Ag<\/strong>, lahir pada 28 Agustus 1962,\u00a0\u00a0\u00a0melanjutkan studi sarjana strata satu (S-1), di Institut Hindu Dharma Denpasar, lulus tahun 1988. Kemudian, melanjutkan studi pada tingkat pascasarjana strata dua (S2) di Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar lulus tahun 2008. Kini Dosen tetap di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Fakultas Dharma Acarya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>======================================================================================================================<\/strong><\/p>\n<p><strong>BIOGRAFI <\/strong><strong>EDITOR<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Prof. Dr. I Nyoman Sueca, S.Ag., M.Pd. \u00a0lahir pada 31 Desember 1964 di Desa Lodtunduh, Ubdud, Gianyar Bali dari ayah bernama I Ketut Lungsur (Alm) dan Ibu Ni Wayan Saplag (Alm).\u00a0Pendidikan yang pernah ditempuh: Sekolah Dasar di SDN 2 Mawang Melanjutkan di SMP Kerta Yoga Ubud; Pendidikan Menengah Atas di PGAHN Mataram; Serjana Pendidikan Agama Hindu dari STAH Parama Dharma Denpasar lulus tahun 1998; melanjutkan S2 Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya lulus tahun 2005; tingkat Doktoral (S3) Program Studi Pendidikan Agama Hindu Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar lulus tahun 2015.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dosen tetap di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar pada Fakultas Dharma Acarya mengajar pada S1 mata kuliah; (1) Nitisastra; (2) Landasan Pendidikan; (3) Manajemen Pendidikan; (4) Sosiologi Pendidikan dan (5) Profesi Pendidikan. Pada S-2 Mata kuliah (1) Sastra Hindu; (2) Evaluasi Pendidikan. Saat ini penulis juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul Buku: Ritual Wana Kertih: Harmonisasi Religius Alam Semesta Penulis: I Ketut Nuasa &amp; Ni Made Sukerni. Penyunting: I Nyoman Sueca Cetakan: 1, 2023 vi+ 150 hlm; 14 x 21.5 cm 113-jivaloka-publishing ISBN: 978-623-8084-54-8 (Cetak) ISBN: 978-623-8084-55-5 (Digital) Harga: Rp. 85.000,- &nbsp; Sinopsis &nbsp; Alam merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu ekosistem, yaitu lingkungan tempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"featured_media":1219,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"product_cat":[32],"product_tag":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/product\/1212"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/product"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fproduct_cat&post=1212"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jivaloka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fproduct_tag&post=1212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}