Pancasila, Budaya Kedang, dan Milenial: Membudayakan Pancasila Berbasis Kearifan Lokal

Rp 120.000

Kategori:

Deskripsi

Judul Buku: Pancasila, Budaya Kedang, dan Milenial: Membudayakan Pancasila Berbasis Kearifan Lokal

Penulis: Antonius Rian

Cetakan: I, Januari 2026

vi + 215  hlm; 15.5 x 23 cm

217-jivaloka-publishing

ISBN: (Cetak)
ISBN: (Digital)
Harga: Rp. 120.000,-

 

SINOPSIS

 

PANCASILA senantiasa menimbulkan diskusi dan kajian. Sejak kelahirannya sampai sekarang, Pancasila senantiasa menjadi pokok persoalan yang didiskusikan dan dikaji oleh berbagai pihak. Ada pihak yang mendukung posisinya sebagai ideologi final. Ada pihak yang mempertentangkannya dengan agama. Ada pula pihak yang konsisten mengaji dan membangun diskursus mengenai Pancasila. Semua itu, menunjukkan bahwa Pancasila sangat menarik minat berbagai pihak. Termasuk penulis buku yang ada di tangan pembaca ini.

 

Buku ini merupakan buah dari kajian ilmiah. Pengaji melalui metodologi ilmiah yang digunakannya, mendeskripsikan wawasan dunia Pancasila dan wawasan dunia budaya Kedang. Kedua wawasan dunia itu ditempatkan dalam konteks generasi milenial. Kajian ilmiah ini berlatar untuk memperoleh gelar sarjana filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, NTT. Akan tetapi sesungguhnya pengaji sedang berupaya menggerakkan dialog wawasan dunia, yakni wawasan dunia Pancasila dan wawasan dunia kebudayaan, khususnya kebudayaan Kedang.

 

Dengan menempatkan kajian ini dalam konteks generasi milenial, pengaji juga sedang membangun model pendidikan humaniora. Melalui proses dan tujuannya, pendidikan humaniora senantiasa adalah perihal menggerakkan dialog wawasan dunia. Dalam dialog itu, para pihak membangun titik temu paradigma. Titik temu inilah yang senantiasa menggerakkan aksi: mewujudkan hidup bersama yang bermartabat setiap hari.

 

Apa itu wawasan dunia (world-view-Inggris/Weltanschauung Jerman)? Dengan mengacu pada jalan pikiran beberapa filsuf, David K. Naugle (2010) mengatakan bahwa wawasan dunia adalah suatu kerangka acuan yang digunakan oleh setiap orang dan setiap komunitas untuk memahamisecara mendalam, menalar, dan menafsirkan semesta keberadaan diri manusia, dunia sosial, dunia lingkungan hidup, sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang lahir dari dalam diri manusia, manakala berhadapan dengan berbagai hal yang terkait dengan diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta.

=======================================================================================

Antonius Rian atau biasa disapa Rian Odel lahir di Balauring, Lembata, 17 Desember 1994 dari pasangan Leonardus Leu Odel dan Maria Nurak. Ia adalah anak ke 7 dari bersaudara. Semasa kecil, ia habiskan di kampung halamannya di Desa Mahal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah tamat dari SMP Mudakarya Walangsawa, ia masuk Seminari Hokeng, Flores Timur. Di lembaga pendidikan ini, minat menulisnya mulai tumbuh perlahan. Dari Seminari Hokeng, penulis melanjutkan pendidikan ke Novisiat Santu Yosef Nenuk, Atambua (2015-2017). Dua tahun di Novisiat Nenuk, penulis pernah menjadi ketua seksi majalah dinding dan bergabung dalam kelompok sastra Kotak Sampah yang ia bentuk bersama beberapa rekannya yang berminat sastra. Setelah itu, penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere (2017/2022). Minat menulis mulai terasah lebih pasti saat penulis bergabung dalam Kelompok Menulis di Koran dan Diskusi Filsafat Ledalero (KMK Ledalero) dan Arung sastra Ledalero. Dalam bidang ini, penulis lebih menaruh perhatian pada tulisan berbasis budaya lokal. Pengalaman menulisnya tidak hanya dipublikasikan pada media lokal di NTT misalnya, Flores Pos, Pos Kupang dan voxntt, melainkan penulis juga mengikuti beberapa ajang perlombaan menulis tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional. Penulis pernah meraih juara II lomba menulis tingkat Provinsi NTT (2020) yang diselenggarakan oleh Pemprov NTT dengan judul artikel: Budaya Lokal, Generasi Milenial dan Idealisme Berpancasila di NTT. Saat ini, penulis aktif menuangkan idenya pada blog pribadi rakatntt.com, penulis juga pernah menjadi wartawan di media inbisnis.id dan floreseditorial.com.