Badai Covid-19: Implikasinya Bagi Ritual Adat Dayak Keninjal di Melawi, Kalimantan Barat

Rp 75.000

Kategori:

Deskripsi

Judul Buku: Badai Covid-19: Implikasinya Bagi Ritual Adat Dayak Keninjal di Melawi, Kalimantan Barat
Penulis: Septian Peterianus & Nur Sulistyo Mutaqin; Editor: Ahmad Jauhari

Cetakan: 1, 2021
vi+ 250 hlm; 14 x 20 cm
31-jivaloka-publishing
ISBN: 978-623-97568-9-6 (Cetak)
ISBN: 978-623-97568-0-2 (Digital)
Harga: Rp. 75.000,-

 

SINOPSIS

 

Buku ini mendeskripsikan pengaruh Covid-19 terhadap Ritual Adat Pernikahan Suku Dayak di Kabupaten Melawi. Secara khusus tujuan penelitian adalah mendeskripsikan: (1) pengaruh positif dan negatif Covid-19 terhadap Ritual Adat Pernikahan Suku Dayak Keninjal; (2). mendeskripsikan faktor-faktor  yang ikut mempengaruhi ritual adat pernikahan suku Dayak Keninjal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode kualitatif digunakan karena permasalahan lapangan yang ditemukan sangatlah kompleks, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian kuantitatif.

 

Oleh sebab itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara didukung oleh dokumentasi berupa foto-foto kegiatan dan video. Adapun subyek penelitian adalah Kepala Desa Upit, Ketua Adat, Tokoh Masyarkat, Satuan Tugas Covid-19, dan perwakilan pihak keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 memiliki pengaruh terhadap Ritual Adat Pernikahan Suku Dayak Keninjal. Pengaruh tersebut nampak bahwa masyarakat suku Dayak Keninjal sangat mematuhi himbauan Pemerintah berkenaan dengan Covid-19.

 

Hal ini dapat dilihat  dengan tidak melaksanakan kegiatan yang dapat mengumpulkan massa banyak pada acara Ritual Adat Pernikahan, dan tidak melaksanakan acara resepsi pernikahan. Namun disisi lain pada acara Ritual Adat Pernikahan tersebut mereka tidak sepenuhnya menjalankan Protokol Kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak aman. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya persoalan Covid-19 yang terjadi di Indonesia, secara khusus yang terjadi di daerah-daerah pedalaman. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan negatif Covid-19 terhadap  Ritual Adat Pernikahan Suku Dayak Keninjal Kabupaten Melawi Kalimantan Barat..

 

Biografi Penulis

 

Septian Peterianus, lahir di Desa Pemuar Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 16 September 1987. Septian yang kesehariannya akrab disapa dengan sebutan Tian merupakan putra kedua dari pasangan Bapak Yunus dan ibu Seliati. Lulus Sekolah Dasar tahun 2003, Sekolah Menengah Pertama 2005, dan Sekolah Menengah Atas, 2007. Tahun yang sama meneruskan Pendidikan Tinggi di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan mengambil Jurusan Ilmu Sejarah dan lulus tahun 2011. Tahun 2012 meneruskan studi Strata Dua (S2) di Universitas yang sama, dengan mengambil Program Studi Kajian Budaya, selesai tahun 2015 dengan menyandang gelar Magister Kajian Budaya. Sejak tahun 2013 sempat bekerja di Pusat Studi Demokrasi Masyarakat (PUSDEMA) Universitas Sanata Dharma selama satu setengah tahun.

 

Ada pelbagai buku yang telah dihasilkannya. Pertama, Orientalisme Timur Atas Timur: Orientalisme dan Kolonialisme pada Program Transmigrasi di Kalimantan Barat. Kedua, Melangkah dengan Hati. Ketiga, Sepenggal Kisah Perjalanan Panji. Keempat Eksistensi Suku Dayak Seberuang Menghadapi Tekanan Modernisasi melalui Ritual Gawai Dayak. Buku ini, Badai Covid-19: Implikasinya Bagi Ritual Adat Dayak Keninjal di Melawi, Kalimantan Barat, merupakan karya kelimanya.

 

Tahun 2015 yang bersangkutan bergabung sebagai dosen di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi, dengan jabatan tambahan sebagai seketaris LPPM sampai 2017. Selanjutnya yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Senat STKIP Melawi tahun 2017-2018. Tahun 2019 hingga saat ini yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi. Dalam bidang organisasi beliau menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Melawi. Selain itu beliau juga menjadi Anggota Dewan Pengupah Kabupaten Melawi. Ia dapat dihubungi melalui alamat email: speterianus@gmail.com